{
  "fields": [{"id":"_id","type":"int"},{"id":"DATA","type":"text"},{"id":"Capaian 2024","type":"text"}],
  "records": [
    [1,"Urusan Pariwisata",""],
    [2,"Tingkat hunian akomodasi (Length of Stay)"," 2 hari"],
    [3,"Kontribusi sektor pariwisataterhadap PAD","Rp. 242147500"],
    [4,"Jumlah Pergerakan Wisatawan Nusantara","913330.0"],
    [5,"Peningkatan Kunjungan Wisatawan Mancanegara","17287.0"],
    [6,"Peningkatan Rata - Rata Pengeluaran Wisatawan (Spend Of Money)","536000.0"],
    [7,"Peningkatan kompetensi SDM bagi pelaku usaha dan kelompok pariwisata (%)","88.0"],
    [8,"Nilai Tambah Ekonomi Kreatif (Rp. Milyar)"," 9,5 M"],
    [9,"Pelaku Ekonomi Kreatif Unggulan (Orang)","44 orang"],
    [10,"Jumlah produk ekonomi kreatif yang berdaya saing","82 produk"],
    [11,"",""],
    [12,"Urusan Pertanian",""],
    [13,"Kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB","1.55"],
    [14,"Kontribusi sektor pertanian/hortikultura terhadap PDRB","1.55"],
    [15,"Kontribusi sektor pertanian/peternakan terhadap PDRB","1.55"],
    [16,"Kontribusi sektor pertanian/tanaman pangan terhadap PDRB","1.55"],
    [17,"Produksi sektor pertanian:",""],
    [18,"- Padi","347739.0"],
    [19,"- Jagung","100163.0"],
    [20,"- Cabe merah","35941.0"],
    [21,"- Bawang merah","5065.0"],
    [22,"Produksi sektor peternakan (Ton):",""],
    [23,"- Sapi","1946.0"],
    [24,"- Kerbau","                   33.08"],
    [25,"- Kambing","66.12"],
    [26,"- Unggas","19436.0"],
    [27,"Produksi sektor perkebunan:",""],
    [28,"- Kopi","1668.0"],
    [29,"- tebu","2978.0"],
    [30,"- kulit manis","31227.0"],
    [31,"Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal per hektar",""],
    [32,"- Padi","5.02"],
    [33,"- Jagung","7.23"],
    [34,"Nilai Tukar Petani","-"],
    [35,"Cakupan Bina kelompok tani","78.0"],
    [36,"Persentase peningkatan produktivitas tanaman pangan (padi dan jagung):",""],
    [37,"- Padi (%)","0.2"],
    [38,"- Jagung (%)","0.0"],
    [39,"Persentase peningkatan produktivitas tanaman hortikultura(cabai dan bawang merah):",""],
    [40,"- cabe","17.43"],
    [41,"- bawang merah","8.75"],
    [42,"Persentase peningkatan produktivitas perkebunan:",""],
    [43,"- Kopi","1.01"],
    [44,"- tebu","1.03"],
    [45,"- kulit manis","1.01"],
    [46,"Persentase peningkatan produktivitas peternakan","8.72"],
    [47,"Persentase luas areal pengendalian dan penanggulangan bencanan OPT","90.0"],
    [48,"Persentase wilayah yang terkendali dari penyakit hewan menular","4.53"],
    [49,"Urusan Perdagangan",""],
    [50,"Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB","19.76"],
    [51,"persentase barang beredar yang diawasi yang sesuai dengan ketentuan perundangundangan","100.0"],
    [52,"Persentase penanganan pengaduan konsumen","80.0"],
    [53,"persentase stabilitas dan jumlah ketersediaan harga barang kebutuhan pokok","27.41"],
    [54,"Urusan Perindustrian",""],
    [55,"Laju pertumbuhan pelaku usaha IKM","1.75"],
    [56,"Kontribusi sektor industri terhadap PDRB","10.33"],
    [57,"Pertumbuhan industri","1.75"],
    [58,"Cakupan Bina kelompok pengrajin","11.0"],
    [59,"Jumlah tenaga kerja sektor industri pengolahan non migas","31076.0"],
    [60,"Nilai investasi sektor industri pengolahan non migas (milyar)","9.45"],
    [61,"Unsur Pendukung Urusan Pemerintahan",""],
    [62,"Persentase regulasi daerah yang harmonis dengan peraturan perundang-undangan","100.0"],
    [63,"Persentase fasilitasi penyelesaian tapal batas kabupten","n.a"],
    [64,"Persentase OPD dengan nilai SAKIP baik","100.0"],
    [65,"Persentase OPD dengan nilai IRB baik",""],
    [66,"Persentase OPD yang memiliki nilai organisasi perangkat daerah baik","n.a"],
    [67,"Persentase fasilitasi kegiatan DPRD","100.0"],
    [68,"Unsur Perencanaan",""],
    [69,"Indeks Kualitas Perencanaan Daerah","87.59"],
    [70,"Penjabaran konsistensi program RPJMD ke dalam RKPD","72.58"],
    [71,"Penjabaran konsistensi program RKPD ke dalam APBD","88.89"],
    [72,"Kesesuaian rencana pembangunan dengan RTRW","100.0"],
    [73,"Unsur Keuangan",""],
    [74,"Deviasi realisasi belanja terhadap total belanja","0.19"],
    [75,"Deviasi realisasi PAD terhadap anggaran PAD dalam APBD","14.54"],
    [76,"Kesesuaian pengalokasian anggaran","90.0"],
    [77,"Kemandirian Keuangan Daerah (persen)","10.78"],
    [78,"Opini BPK terhadap LKPD","WTP"],
    [79,"Manajemen Aset","baik"],
    [80,"Rasio belanja pegawai di luar guru dan nakes","19.2"],
    [81,"Unsur Kepegawaian",""],
    [82,"Rasio Pegawai Pendidikan Tinggi dan Menengah/Dasar (%) (PNS tidak termasuk guru dan tenaga kesehatan)","255.0"],
    [83,"Rasio Pegawai Fungsional (PNS tidak termasuk guru dan tenaga kesehatan)","27.0"],
    [84,"Rasio Jabatan fungsional bersertifikat kompetensi (%) (PNS tidak termasuk guru dan tenaga kesehatan)","40.0"],
    [85,"Unsur Penelitian dan Pengembangan",""],
    [86,"Indeks Kinerja Kelitbangan","95.0"],
    [87,"Persentase hasil kelitbangan yang dijadikan bahan rekomendasi perumusan kebijakan","100.0"],
    [88,"Persentase unit kerja yang memiliki inovasi (perangkat daerah, kec, puskesmas sebanyak 66 unit kerja)","89.0"],
    [89,"Unsur Pengawasan Urusan Pemerintahan",""],
    [90,"Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintahan (SPIP)"," Level 3 (3,152)  "],
    [91,"Kapabilitas Aparat Pengawas Intern Pemerintahan (APIP)","Level 3 (3,00) (terdefinisi)"],
    [92,"Jumlah unit kerja yang ditetapkan menjadi WBK dan WBBM","2opd"],
    [93,"Indeks Persepsi Anti Korupsi","n.a"],
    [94,"Unsur Kewilayahan",""],
    [95,"Persentase kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kecamatan",""],
    [96,"Unsur Pemerintahan Umum",""],
    [97,"Persentase potensi ATHG/konfliks sosial yang dapat diatasi.","100.0"],
    [98,"Transparansi dan Partisipasi Publik",""],
    [99,"Informasi tentang sumber daya yang tersedia untuk pelayanan (persen)","100.0"],
    [100,"Akses public terhadap keuangan daerah (persen)","20.0"]
]}
